Teacher Diarys Blogger

Post Top Ad

Juli 28, 2020

MOTIF EKONOMI., PEMBAGIAN ILMU EKONOMI DAN EKONOMI SYARIAH

by , in

1. MOTIF EKONOMI 

        Motif ekonomi adalah alasan, dorongan, dan aktivitas yang dilaukan seorang atau badan untuk menuntut tindakan ekonomi. Motif berasal dari kata motive (Bahasa Inggris) yang berarti penjelasan atau penggeraknya.Setiap alasan dapat mendorong orang untuk mencoba melakukan aktivitas, kegiatan atau tindakan. Dan setiap aktivitas, kegiatan atau tindakan seseorang itu didorong oleh keinginan / motif untuk mencapai tujuan yang terikat.Adapun contoh motif dalam ukuran ekonomi adalah sebagai berikut:
    • Seorang petani rajin dan tekun untuk menciptakan hasil panennya dengan baik.
    • Seorang pemulung bekerja sampai malam hari, supaya keuntungan finansialnya akan meningkat.
    • Seorang pebisnis mempromosikan produknya di tv agar produknya laku terjual habis.
    • Portugis menjajah timor-timor agar bisa mengelola dan menguasai kekayaan alamnya.
    • Setiap orang memiliki kebutuhan untuk memuaskan hasratnya dengan jumlah maksimal sesuai keinginannya. Memenuhi keinginan tersebut membutuhkan langkah-langkah tindakan. Tindakan yang dilakukan manusia untuk memuaskan keinginannya bisa dianggap sebagai tindakan ekonomi.
        Tindakan seseorang harus memiliki alasan yang transparan atau sebagai akibat dari dorongan kuat untuk menuntut tindakan ekonomi. Penjelasan yang mendorong seseorang untuk meminta tindakan ekonomi dikenal sebagai motif ekonomi. Motif ekonomi adalah usaha atau upaya yang membangun orang didorong untuk menuntut tindakan ekonomi.Tujuan akhir dari motif ekonomi adalah untuk mencapai kemakmuran. Seseorang yang melakukan tindakan ekonomi ini didorong oleh berbagai alasan secara spesifik sebagai berikut:
    • Untuk meningkatkan kemakmuran masing-masing dengan motivasi memburu keuntungan dan dengan prinsip pembaharuan atau pelopor.
    • Untuk memperoleh apresiasi gelar associate dari masyarakat umum.
    • Untuk meraih kekuasaan di masyarakat.
    • Ingin mencoba hal-hal yang sifatnya lebih kepada sosial.
    Semua orang itu mempunyai keinginan yang tanpa ada batas. Begitu seseorang terpenuhi keinginannya, yang lain bisa muncul. Sedangkan alat untuk pemuas kebutuhan terbatas.Oleh karena itu, tindakan yang diambil oleh seseorang didukung prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan yang eksplisit untuk mendapatkan hasil yang paling banyak. Dengan demikian, tindakan ekonomi harus didorong oleh motif ekonomi dan didukung prinsip ekonomi.

        Motif merupakan alasan seseorang untuk bertindak sesuatu atau dorongan dari dalam diri manusia untuk berbuat. Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita saksikan seperti seorang pelajar mau pergi ke sekolah karena keinginan untuk mencari ilmu dan menjadi manusia yang pandai.Manusia bertindak karena adanya suatu keinginan. Kalau mau itu berhubungan dengan kegiatan ekonomi, maka disebut motif ekonomi. Terkait dengan pengertian ekonomi, apakah motif ekonomi dalam melakukan kegiatan ekonomi bisa analisis kualitatif dari diri sendiri bisa juga dari lingkungannya.

        Motif peraturan datang dari diri manusia sendiri disebut motif intrinsik, sedangkan motif peraturan analisis kualitatif lingkungan disebut motif ekstrinsik.Pada dasarnya, setiap jiwa yang melakukan suatu tindakan ekonomi itu didorong oleh motif atau keinginan masing-masing. Motif yang terdapat pada masing-masing orang berbeda-beda. Seseorang yang berprofesi sebagai pegawai pasti berbeda dengan orang yang profesinya Dokter, Guru, Petani, Pedagang dll. Tak hanya itu, bahkan bisa jadi sesama profesi akan tetapi memiliki motif yang berbeda. Memang banyak sekali motif yang dimiliki seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi. Berikut adalah macam-macam motif dalam ekonomi.

            a. Motif Memenuhi Kebutuhan untuk Mencapai Kemakmuran
                   Secara umum orang bekerja keras agar setiap kebutuhannya bisa terpenuhi. Oleh karena itu, ia akan terdorong untuk terus bekerja keras dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Jika semua kebutuhan telah terpenuhi, maka manusia akan mencapai kemakmuran hidupnya.
Contoh:
    1. Setiap manusia mempunyai motif agar semua kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi dengan layak. Dengan begitu, manusia kan mempertahankan eksistensinya sebagai makhluk hidup.Agar badan sehat dan tahan terhadap penyakit maka orang akan makan sehat lima sempurna.
    2. Orang pergi ke dokter untuk berobat supaya cepat sembuh.
    3. Seorang petani pergi ke sawah menanam dan merawat tanaman agar mendapatkan hasil yang baik dan kebutuhan keluarga bisa terpenuhi.
Dari sini jelas bahwa semua orang memiliki motif ekonomi dalam mencapai kemakmuran hidupnya.

            b. Motif Memperoleh Keuntungan
                Seorang pedagang atau pengusaha, keduanya melakukan kegiatan ekonomi karena adanya motif untuk memperoleh laba yang semaksimal mungkin.
Contoh:
Seorang pedagang akan menawarkan dagangan baik itu barang maupun jasa kepada calon pembeli dengan pelayanan yang baik, berkualitas, menarik simpati calon pembeli agar barang yang dijual laku.Jika calon pembeli sudah bersedia untuk membeli dan membayarnya, berarti sebagian uang yang diterima itu adalah keuntungan atau laba. Kemudian keuntungan tersebut akan dibelanjakan untuk mencetak produk baru dan dijual kembali. Hal ini berarti si pedagang menginginkan laba yang lebih banyak.
            c. Motif Menolong Sesama Manusia (Sosial)
                  Motif ini merupakan suatu motif yang mulia, di mana kegiatan yang dilakukan tidak bersifat pamrih dan berbeda sekali dengan motif-motif sebelumnya. Segala tindakan ekonomi yang dilakukan yaitu bertujuan untuk membantu meringankan beban penderita sesama makhluk sosial.
Contoh:
Disebuah pedesaan yang agrari terdapat seorang pengusaha yang giat mengembangkan perusahaan yang berkaitan dengan agrari agar bisa menyerap tenaga kerja banyak dan membantu warga sekitar. Dengan demikian masyarakat akan tercukupi kebutuhan hidupnya.
            d. Motif Memperoleh Penghargaan
                  Siapa sih yang tidak ingin dihargai? Pasti semua orang ingin dihargai. Manusia bekerja keras dan pantang menyerah dalam setiap kegiatannya untuk mencapai kesuksesan.Dengan kesuksesan tersebut maka seseorang akan mendapatkan penghargaan dari orang lain. Orang yang sukses juga akan merasa lebih bangga jika seluruh jerih payahnya yeng mendapatkan kesuksesan dihargai oleh orang lain.
Contoh:
Seorang pelajar rela belajar siang malam demi mendapatkan nilai yang bagus, dengan nilai tersebut maka si pelajar ini akan mendapatkan penghargaan orang lain, baik guru, teman, orangtua dll.
            e. Motif Memperoleh Kekuasaan
                  Dalam kehidupan, manusia susah dalam mencapai derajat kepuasan. Apabila satu kebutuhan sudah terpenuhi, makam akan muncul kebutuhan lain. Apanila kesuksesan sudah diraih, maka ia akan mencari kesuksesan di bidang lain.Begitu juga dalam hal kekuasaan, manusia akan meningkatkan kekuasaannya dalam segala hal termasuk ekonomi.
Contoh:
Seorang pengusaha yang sudah sukses menguasai pasar di suatu daerah, makan akan berusaha membuka cabang baru untuk memperluas jaringan kekuasaan ekonominya.
            f. Motif Memperoleh Kedudukan
         Terkadang seseorang melakukan usaha-usaha secara serius, giat, rajin agar memperoleh keuntungan yang besar dengan tujuan supaya mendapatkan kedudukan. Keuntungan tersebut nantinya akan digunakan untuk modal terjun dalam organisasi politik.Dengan modal atau dana yang besar, maka seseorang akan lebih cepat dan mudah dalam memperoleh sebuah kedudukan.
Contoh:
Seorang Pegawai berusaha menjadi pegawai rajin dan disiplin, berkat kerajinan dan kediplinannya dia diangkat menjadi seorang manajer.
2.  PEMBAGIAN ILMU EKONOMI

            a. Kelompok Dasar Ekonomi :
    • Ekonomi Deskriptif
            Bekerja dengan mengumpulkan informasi-informasi faktual mengenai masalah ekonomi. Ekonomi deskriptif menggambarkan keadaan perekonomian yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Hasilnya berupa fakta-fakta atau data empiris. Contoh : jumlah angkatan kerja, struktur serikat , asal usul serta sejarah lembaga ekonomi. Pada ekonomi deskriptif tidak ada penjelasan mengapa fakta-fakta tersebut terjadi dan tidak ada pernyataan evaluatif atau penilaian pada fakta-fakta itu.
    • Teori Ekonomi
            Berusaha menggeneralisasi data-data ekonomi dan memberikan penafsiran terhadap data tersebut. Teori ekonomi merupakan kumpulan asas atau hukum ekonomi yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kebijakan ekonomi (menerangkan hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi dan merumuskan hubungan tersebut dalam suatu hukum ekonomi). Data-data sudah disusun, diolah dan diuji coba.Teori ekonomi terbagi atas ekonomi makro dan mikro.
    1. Ekonomi Makro khusus mempelajari mekanisme kerja perekonomian secara keseluruhan. Ekonomi makro meneliti fenomena ekonomi yang luas. contoh : tingkat pengangguran, pendapatan nasional, tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat harga. Tujuannya untuk memahami berbagai peristiwa ekonomi dan merumuskan serta memperbaiki kebijakan ekonomi.
    2. Ekonomi Mikro  mempelajari perilaku individu dan rumah tangga produksi atau perusahaan dalm membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas.
    • Ekonomi Terapan
            Merupakan cabang ilmu ekonomi yang menggunakan hasil kajian teori ekonomi untuk menjelaskan fakta-fakta yang dikumpulkan ekonomi deskriptif. Dipandang sebagai sarana untuk solusi bagi masalah-masalah praktis. Ekonomi terapan antara lain menggunakan teori ekonomi, pengukuran dan metode analisis statistik, serta ekonometrika untuk menjelaskan fenomena ekonomi dan untuk menginformasikan kebijakan ekonomi.

Bagan Pembagian Ilmu Ekonomi

8 Cabang Ilmu Ekonomi :
  1. Ilmu ekonomi moneter 👉 membahas tentang uang, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya. Juga berbagai aspek yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan hal tersebut. Seperti inflasi, jumlah uang yang beredar, dan tingkat suku bunga.
  2. Ilmu ekonomi publik 👉  membahas tentang kebijakan pemerintah dalam perekonomian. Seperti APBN, APBD, utang pemerintah, pajak, dan retribusi.
  3. Ilmu ekonomi industri 👉  membahas interaksi perusahaan dalam suatu industri. Dapat berupa persaingan usaha, kinerja perusahaan, atau kartel. Pembahasan ini termasuk dalam lingkup ekonomi mikro.
  4. Ilmu ekonomi internasional 👉 membahas tentag kegiatan perekonomian antarbangsa atau antarnegara. Seperti transaksi perdagangan antarnegara, aliran investasi antarnegara, dan neraca pembayaran.
  5. Ilmu ekonomi regional 👉 membahas interaksi ekonomi antar wilayah dan proses pengembangan suatu wilayah.
  6. Ilmu ekonomi sumber daya alam (SDA) 👉  membahas masalah dan alokasi sumber daya alam yang optimal menurut ekonomi. Misal, eksternalitas positif dan negatif.
  7. Ilmu ekonomi sumber daya manusia (SDM) 👉 membahas faktor produksi tenaga kerja. Seperti masalah pengangguran, upah minimum, dan tingkat pendidikan calon tenaga kerja.
  8. Ilmu ekonomi syariah 👉  bertujuan untuk menerapkan ekonomi Islam. Pokok bahasannya antara lain prinsip bagi hasil, penghapusan riba pada perekonomian, dan zakat.
3.  EKONOMI SYARIAH

        Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan.Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral
            Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur'an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur'an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:
    1. Kesatuan (unity)
    2. Keseimbangan (equilibrium)
    3. Kebebasan (free will)
    4. Tanggung jawab (responsibility)
        Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaan-Nya di bumi. Di dalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti "kelebihan". Dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa :

"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba".

Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah.


🙏Thank you For Reading
🌺Hopefully Useful

Juli 27, 2020

PRINSIP EKONOMI, MASALAH EKONOMI DAN BIAYA PELUANG

by , in

A.    PRINSIP EKONOMI

        Prinsip ekonomi merupakan sebuah usaha untuk mendapatkan hasil tertentu dengan pengorbanan yang seminim mungkin. Selain itu prisip ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan dalam rangka mendapatkan kebutuhan tertentu dengan biaya yang seminim mungkin. Prinsip ekonomi ditujukan agar pelaku ekonomi dapat mencapai keektifan serta keefesienan yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Misalnya, jika saat kita akan membeli sebuah barang, pasti kita akan membandingkan harga barang dan kualitas yang di tawarkan toko tersebut dengan toko yang lain. Selain itu kita akan mencari barang yang harganya murah karena ada diskon atau adapotongan harga.

          1.   Ciri – Ciri Prinsip Ekonomi

              Setelah kita memahami dan mencermati pengetian prisip ekonomi, kini saatnya kit mengetahui tentang ciri-cirir prinsip ekonomi. Adapun ciri-ciri dari prinsip ekonomi sendiri adalah sebagai berikut:
    • Selalu hemat
    • Selalu mengutamakan kebutuhan yang terpenting terlebih dahulu
    • Merinci kebutuhan hidup dari yang terpenting sampai dengan kebutuhan yang tidak terlalu penting.
    • Bertindak dengan rasional dan ekonomis, yakni menentukan kebutuhan menggunakan perencanaan yang sudah matang.
    • Bertindak dengan prinsip “pengeluaran biaya diikuti dengan hasil yang di dapatkan.”
         2.  Jenis Jenis Prinsip Ekonomi

            Setelah kita mengetahui tentang ciri-ciri dari prinsip ekonomi maka kiata akan membahas tentang jenis-jenis prinsip ekonomi. Adapun jenis-jenis dari prinsip ekonomi dapat di kelompokkan menjadi 3 jenis yakni:

                a. Prinsip produsen

                    Prinsip produsen merupakan prinsip ekonomi yang digunakan untuk menentukan bahan baku, alat produksi maupun biaya produksi dari bahan baku menjadi bahan jadi. Prinsip ini  ditekankan kepada bahan baku serendah mungkin dan dapat menghasilkan produk atau barang yang berkualitas baik.

                b. Prinsip penjual atau pedagang

                    Prinsip penjual merupakan prinsip ekonomi yang digunakan untuk melakukan berbagai macam usaha agar dapat memenuhi selera dari kosumen.  Prinsip ini ditekankan pada promosi atau iklan, reward hadiah, dan lain sebagainya dengan tujuan agar memperoleh banyak pelanggan sehingga keuntungan akan semakin besar.

                c. Prinsip pembeli

                    Prinsip pembeli merupakan prinsip ekonomi yang digunakan untuk  mendapatkan produk maupun jasa yang bermutu dan memiliki kualitas yang baik namun dengan  biaya yang seminim mungkin.

        Dari ketiga jenis prisip ekonomi tersebut akan timbul beberapa hal yang akan dilakukan pelaku ekonomi. Adapun hal-hal yang ditimbulkan dari prinsip ekonomi tersebut antara lain:

               a. Bertindak ekonomis

                    Yakni pelaku ekonomi akan bertindak untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan cara yang rasional. Maksudnya rasional  yaitu setiap tindakan yang dilakukan akan dipikirkan secara matang terlebih dahulu dan selalu berpegang pada prinsip ekonomi. Seseorang pelaku ekonomi dapat dikatakan bertindak secara ekonomis jika ia dapat menyeimbangkan antara hasil yang diperolah dan biaya yang dikeluarkan.  Yakni kebutuhannya dapat terpenuhi sebaik mungkin dan pengorbanan atau biaya yang dikeluarkannya sekecil mungkin.

                b. Berpikir ekonomis

                    Yakni pelaku ekonomi berfikir untuk mencari cara agar apa yang didapat dari alam dapat memiliki nilai guna yang lebih baik lagi. Hal ini dilakukan karena untuk mengimbangi keperluan atau kebutuhan yang akan semakin lama semakin meningkat. Pelaku ekonomi tidak hanya berpikir tentang cara memakai sumber yang telah ada (dari alam) untuk di habiskan begitu saja. Namun juga berfikir agar suberdaya tersebut dapat lebih bermanfaat. Seseorang pelaku ekonomi dapat di katakan berfikir ekonomis jika orang tersebut dapat melakukan melakukan tindakan produksi.

 B. MASALAH EKONOMI

1. Kebutuhan dan Alat Penuas Kebutuhan

     a.  Macam-macam Kebutuhan Manusia

        i. Kebutuhan menurut Intensitas Kegunaan
    • Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan mengganggu kelangsungan manusia. Yang termasuk kebutuhan primer adalah makan, minum, pakaian, rumah, dan kesehatan.
    • Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sangat penting, tetapi jika tidak terpenuhi tidak mengganggu kelangsungan hidup. Misalnya, telepon dan sarana angkutan.
    • Kebutuhan tertier adalah kebutuhan akan barang mewah. Kebutuhan ini lebih cenderung ditujukan untuk menunjukkan status sosial atau prestise seseorang di mata masyarakat. Penafsiran terhadap kebutuhan menurut intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang. Bagi orang berpenghasilan tinggi mobil pribadi adalah kebutuhan sekunder, tetapi bagi yang berpenghasilan rendah mobil tersebut menjadi kebutuhan tertier.
       ii. Kebutuhan Menurut Waktu
    • Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Misalnya, obat bagi orang yang sakit.
    • Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena sifatnya tidak mendesak. Misalnya, tabungan dan jas hujan pada musim panas.
     iii.  Kebutuhan Menurut Sifatnya
    • Kebutuhan jasmaniah adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik. Misalnya,makan, olahraga, dan istirahat.
    • Kebutuhan rohaniah adalah kebutuhan yang bersifat rohani, berhubungan dengan jiwa manusia. Misalnya, beribadah, bersosialisasi, rekreasi, dan hiburan.
     iv.  Kebutuhan Menurut Subjek
    • Kebutuhan Individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu. Misalnya, seseorang membutuhkan alat bantu dengar atau kacamata.
    • Kebutuhan Kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Misalnya, jalan raya, rumah sakit, dan sekolah.
     b. Alat Pemuas Kebutuhan

        Alat pemuas kebutuhan manusia lazimnya disebut produk, yang berupa barang(goods) dan jasa (service). Penggolongan produk menjadi barang dan jasa tersebut berdasarkan atas wujudnya. Alat pemuas kebutuhan berupa barang adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang sifatnya berwujud, dapat dilihat dan diraba. Contohnya, komputer, tas, buku, dan rumah. Alat pemuas kebutuhan berupa jasa adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak berwujud. Contohnya, jasa dokter, guru, arsitek, tukang cukur, dan sopir taksi.

        i.  Jenis-jenis Barang

            Selain menurut wujudnya, alat pemuas kebutuhan dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis. Jenis-jenis alat pemuas kebutuhan tersebut, antara lain sebagai berikut

            a.  Jenis barang menurut cara memperolehnya

           Pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut besarnya pengorbanan yang kita lakukan untuk memperolehnya.
    • Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya memerlukan sejumlah pengorbanan tertentu yang biasanya berupa uang. Misalnya, untuk memperoleh makanan kita harus mengeluarkan sejumlah uang. Uang tersebut adalah sebuah pengorbanan.
    • Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang tersedia hampir tidak terbatas sehingga untuk memperolehnya kita tidak membutuhkan pengorbanan dan dapat mengambilnya begitu saja di alam. Misalnya, udara untuk bernapas, pasir di padang pasir, dan es di kutub.
    • Barang illith adalah barang yang dibutuhkan tapi jika barang ini melebihi dari yang dibutuhkan justru akan merugikan dan berbahaya. Misalnya, air dan api.
             b. Jenis barang menurut kegunaannya

            Menurut kegunaannya, barang atau alat pemuas kebutuhan dapatdigolongkan menjadi dua.
    • Barang konsumsi adalah barang siap pakai karena manfaatnya langsung dapat diambil. Misalnya, makanan, minuman, dan pakaian.
    • Barang produksi adalah barang yang berguna untuk menghasilkan barang yang lain. Barang produksi merupakan istilah lain dari barang modal. Misalnya, mesin jahit dan radio.
             c. Jenis barang menurut proses produksinya

            Menurut proses produksinya, barang dapat dibedakan sebagai berikut.
    • Barang mentah ( bahan Baku )adalah bahan dasar untuk membuat barang lain. Barang ini sama sekali belum mengalami proses pengolahan. Misalnya, kapas, kayu, dan hasil tambang.
    • Barang setengah jadi adalah barang yang telah melalui proses pengolahan, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan karena belum menjadi produk akhir. Misalnya, kainuntuk membuat pakaian, besi untuk untuk membuat pisau, danterigu untuk membuat kue.
    • Barang jadi merupakan produk akhir yang telah melalui proses pengolahan dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi sampai menjadi barang yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan manusia.
             d. Jenis barang menurut hubungannya dengan barang lain

             Setiap barang pemuas kebutuhan mempunyai hubungan dengan barang lainnya sesuai dengan fungsi dan peranannya, yaitu sebagaiberikut.
    • Barang substitusi adalah barang pemuas kebutuhan yang fungsinya dapat menggantikan barang lain atau dapat saling menggantikan. Contohnya, gas dapat menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar.
    • Barang komplementer adalah barang pemuas kebutuhan yang akan bermanfaat apabila dipakai bersama-sama dengan benda yang lain. Misalnya, mobil dengan bensin, jarum dengan benang, dan kompor dengan minyak tanah.
         ii. Kegunaan Barang

        Setiap barang mempunyai nilai guna atau manfaat tersendiri atau sering juga disebut utilitas (utility). Pada dasarnya manusia melakukan suatu proses produksi untuk meningkatkan nilai guna suatu barang. Nilai guna suatu barang dapat ditingkatkan tidak saja karena diubah dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diubah lagi menjadi barang jadi, tetapi setelah menjadi barang jadi pun nilai gunanya dapat terus ditingkatkan.

          Oleh karena itu, banyak perusahaan yang melakukan berbagai macam inovasi pada barang-barang yang diproduksinya untuk semakin meningkatkan nilai guna barang tersebut. Misalnya, perkembangan telepon seluler (handphone) yang semakin lama semakin canggih, beragam kegunaannya, serta semakin memudahkan proses kerja manusia. Kegunaan barang umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.

                 a. Kegunaan bahan dasar (Elementary utility)
                    Kegunaan bahan dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena memiliki bahan dasar tertentu. Misalnya, pasir kuarsa berguna karena mengandung bahan dasar untuk pembuatan kaca.

                 b. Kegunaan bentuk (Form utility)
             Kegunaan bentuk berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena perubahan bentuknya. Misalnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat setelah diubah bentuknya menjadi kursi.

                 c. Kegunaan waktu (Time utility)
                Kegunaan waktu berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika digunakan pada waktu yang tepat. Misalnya, jas hujan dan  payung berguna pada saat musim hujan.

                 d. Kegunaan tempat (Place utility)
                   Kegunaan tempat berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada tempa yang tepat. Misalnya, perahu berguna ketika berada di lautan.

                 e. Kegunaan kepemilikan (Ownership utility)
                    Kegunaan kepemilikan berarti peningkatan nilai guna suatu barang pemilik yang tepat. Misalnya, jala lebih berguna bagi seorang nelayan daripada bagi seorang dokter.

         iii.  Sumber Daya

                a. Macam-macam Sumber Daya

                    Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya manusia harus dapat memanfaatkan sumber daya yang ada seoptimal mungkin. Ada beberapa macam sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
    • Sumber daya alam adalah segala yang ada di alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Alam adalah karunia yang diberikan oleh Tuhan yang akan membawa manfaat besar jika dikelola secara bijaksana. Namun, jika sumber daya ini dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab, dapat mendatangkan bencana yang besar pula. Banyak negara yang kecil, tetapi kaya raya karena memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dikelola dengan baik. Misalnya, Brunei Darussalam memiliki sumber daya alam minyak bumi.
    • Manusia selain sebagai konsumen bagi barang dan jasa juga merupakan sumber daya yang membawa manfaat besar bagi masyarakat apabila kemampuannya dimanfaatkan secara maksimal sebab manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan diberikan kelebihan berupa kecerdasan dan hati nurani. Negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang kurang, tetapi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dapat menjadi negara yang menguasai perekonomian dunia. Misalnya, Jepang dan Singapura. Sumber daya manusia yang berkualitas harus memenuhi unsur - unsur seperti berikut. Akhlak yang baik dapat mendasari segala tingkah laku manusia untuk senantiasa melakukan yang terbaik, jujur, adil, serta berusaha untuk tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Sehingga keberadaannya akan selalu berguna dan tidak sia-sia. Manusia yang memiliki keahlian akan dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan target yang telah ditentukan baik dalam segi waktu maupun kualitas. Jadi, manusia yang mempunyai keahlian akan sangat berguna untuk dapat menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas.Kekuatan fisik manusia akan sangat berguna jika diarahkan pada hal-hal yang positi
    • Modal adalah segala yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Modal dapat meliputi uang, teknologi, peralatan, mesin-mesin, tanah, informasi, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan macam-macam modal berikut ini.
      1. Modal menurut pemiliknya
        • Perorangan artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan kendaraan.
        • Modal Masyarakat artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak. Misalnya, jalan dan jembatan.
                         2.  Modal menurut wujudnya
        • Konkret artinya modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat. Misalnya, gedung, mesin, dan peralatan.
        • Abstrak artinya modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan. Misalnya, nama baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.
                         3. Modal menurut bentuknya
        • Uang artinya modal berupa dana.
        • Barang artinya modal berupa alat yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya, mesin, gedung, dan kendaraan.
                         4. Modal menurut sifatnya
        • Modal tetap artinya modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali masa produksi. Misalnya, mesin, kendaraan, dan gedung.
        • Modal lancar artinya modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan baku, kertas, dan bahan bakar mesin.
                        5. Modal menurut sumbernya
        • Modal sendiri artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan tabungan.
        • Modal pinjaman artinya modal pinjaman dari pihak lain.
C. BIAYA PELUANG

           Masalah ekonomi yang dihadapi oleh menusia mendorong manusia untuk selalu bersikap rasional dalam menentukan berbagai pilihan, agar sumber daya alam yang dimilikinya dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan hidup dengan semaksimal mungkin. Dalam ekonomi dikenal istilah biaya peluang (Opportunity Cost).

                Biaya peluang adalah biaya yang timbul akibat memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia. Ketika seseorang dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan dan harus memilih salah satu di antaranya maka alternatif yang tidak dipilihnya itulah yang menjadi biaya peluang. Seperti juga yang terjadi pada salah satu faktor produksi yaitu tenaga kerja, jika seorang pekerja mengambil salah satu kesempatan atau peluang untuk melakukan suatu produksi maka secara bersamaan dia akan kehilangan peluang untuk melakukan produksi pada bidang lain. Kehilangan kesempatan itulah yang disebut opportunity cost atau biaya peluang.

            Setiap orang harus selalu berusaha untuk mendapatkan manfaat tertinggi dari setiap alternatif pilihan dan mengambil biaya peluang yang terendah. Contoh lain dariopportunity cost pada kesempatan kerja adalah Faris ditawari untuk bekerja di suatu perusahaan dengan gaji Rp1.000.000,00 per bulan. Di sisi lain Faris memiliki kemampuan secara keahlian dan modal untuk melakukan produksi suatu barang dengan peluang mendapatkan laba Rp5.000.000,00 per bulan, tetapi setelah melalui proses produksi dan promosi selama 4 bulan. Dari ilustrasi di atas, jika Faris lebih memilih mengambil peluang untuk melakukan produksi sendiri maka dia telah kehilangan peluang untuk bekerja pada orang lain dengan gaji Rp1.000.000,00 selama 4 bulan. Itulah yang dimaksud. dengan biaya peluang. Jadi besarnya biaya peluang bagi Faris selama 4 bulan adalah 4 x Rp1.000.000,00, yaitu Rp4.000.000,00. 

 

🙏Thank you For Reading
🌺Hopefully Useful 

Juli 27, 2020

PENGERTIAN ILMU EKONOMI, MASALAH EKONOMI, PILIHAN DAN SKALA PRIORITAS

by , in


A. PENGERTIAN ILMU EKONOMI

    Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity)

    Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

    Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, Bretton Woods, dan sebagainya.

    Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisis ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang di mana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. Misalnya bidang  pendidikan, pernikahan,  kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
    
    Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.

B. MASALAH EKONOMI

  Kelangkaan/Scarcity dan Kebutuhan yang relative tidak terbatas Kelangkaan atau scarcity adalah keadaan timpang antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas, dihadapkan pada sarana ekonomi yang terbatas. Kelangkaan (scarcity) ada karena orang ingin memiliki lebih banyak barang dan jasa yang diproduksi dari sumberdaya yang tersedia.

1. Hal-hal yang menyebabkan timbulnya kelangkaan antara lain:
  • Terbatasnya persediaan sumber daya alam
  • Terbatasnya kemampuan manusia untuk mengolah
  • Keserakahan manusia, yang mengakibatkan berkurang dan cepat rusaknya barang-barang yang dapat dimanfaatkan sebagai benda pemuas kebutuhan.
  • Meningkatnya kebutuhan manusia yang lebih cepat dari kemampuanmanusia untuk menghasilkan atau menemukan sumber-sumber baru.
2. Cara mengatasi kelangkaan:
  • Menghemat penggunaan sumber daya alam
  • Memelihara dan melestarikan sumber daya alam dengan baik 
  • Menciptakan alat pemuas/barang pengganti (barang substitusi)
  • Meningkatkan pengelolaan berbagai macam sumber daya alam, sehingga lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia

    Terbatasnya sumber ekonomi membuat manusia melakukan segala usaha bahkan jika perlu dengan pengorbanan tertentu misalnya menghabiskan dana, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Adapun penyebab kelangkaan sumber ekonomi itu, antara lain, kelangkaan sumber alam, tenaga kerja, serta modal dan teknologi.

a. Faktor produksi sebagai sumber ekonomi

    Beragamnya kebutuhan hidup dan terbatasnya sumber ekonomi atau barang dan jasa menjadikan manusia harus berusaha mencari jalan keluar. Barang dan jasa merupakan sumber daya ekonomi yang jumlahnya terbatas atau langka. Langka berarti jumlahnya relatif sedikit dibanding dengan jumlah yang dibutuhkan manusia.

    Untuk menghasilkan barang dan jasa diperlukan usaha yang disebut produksi. Usaha produksi memerlukan sumber daya produksi. Sumber daya-sumber daya tersebut terdiri dari sumber-sumber alam (tanah, air, hutan, bahan-bahan tambang, dan sebagainya), sumber daya nara atau manusia (pengusaha, modal, dan segala macam alat buatan manusia yang membantu dalam proses produksi). Sumber-sumber daya ini disebut faktor-faktor produksi karena diperlukan dalam proses produksi yang menghasilkan barang dan jasa.

    Terbatasnya sumber ekonomi membuat manusia melakukan segala usaha bahkan jika perlu dengan pengorbanan tertentu misalnya menghabiskan dana, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup.Adapun penyebab kelangkaan sumber ekonomi itu, antara lain, kelangkaan sumber alam, tenaga kerja, serta modal dan teknologi.

b. Kelangkaan sumber alam

    Tidak semua negara di dunia memiliki sumber alam yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan manusia. Bagi negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Belkamu, dan negara maju lain, biasanya mengalami kelangkaan sumber alam berupa bahan mentah, misalnya minyak bumi, rempah-rempah, hasil hutan, dan hasil penangkapan dari laut. Sumber alami yang lain dan dianggap langka juga termasuk kategori sumber ekonomi, misalnya besi, perak, nikel, emas, tembada, dan barang galian lainnya. Sumber ekonomi ini dapat diperjualbelikan dan tidak semua tanah di muka bumi ini mengandung bahan tersebut. Apakah air termasuk sumber alami yang langka? Demikian juga matahari, dapat disebut langka atau tidak?

c. Kelangkaan tenaga kerja

    Indonesia dengan jumlah penduduk 210 juta jiwa sebenarnya sangat potensial, apabila dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan. Hanya saja ada permasalahan mengenai tenaga kerja yang potensial sekaligus produjtif. Permasalahan ketenagakerjaan di negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, Brasilia, Kolumbia, India, dan negara berkembang lain adalah di satu sisi jumlahnya besar tetapi pada sisi lain masih kurang produktif. Artinya, mayoritas tenaga kerja yang ada di negara-negara itu memiliki sifat: (a) kurang terdidik (tingkat pendidikan rendah), (b) kurang terlatih, (c) kurang pengalaman, (d) kurang terampil, (e) kurang memiliki jiwa wiraswasta, dan (f) kurang kreatif.

    Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, tenaga ahli termasuk langka. Meskipun tenaga kerja banyak, kualifikasi yang dibutuhkan dunia kerja kurang memenuhi syarat. Penawaran tenaga kerja dari masyarakat terlalu banyak, sedangkan tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit.

d. Kelangkaan modal dan teknologi

   i. Kelangkaan Modal

        Kekurangan modal berupa uang untuk membiayai kegiatan produksi biasanya dihadapi negara miskin dan negara yang sedang berkembang, misalnya kendala modal untuk pengadaan bahan mentah, membayar gaji, dan pembayaran lainnya.

   ii. Kelangkaan Teknologi

        Bagi negara yang sedang berkembang, teknologi dapat dikatakan masih langka sehingga perlu didatangkan dari negara maju. Teknologi dalam hal ini berupa alat produksi, yang lebih produktif dan lebih canggih. Sebenarnya di negara yang sedang bekembang teknologi itu ada, tetapi masih tradisional sehingga tingkat produksinya sangat terbatas, sedangkan yang dibutuhkan adalah teknologi yang produktivitasnya tinggi. Contohnya kita membeli mesin tenun dari Cina yang mampu berproduksi dengan cepat untuk menggantikan mesin tenun tradisional yang lebih lambat.

e. Kelangkaan Sumber Daya Kewirausahaan

    Sumber daya kewirausahaan adalah sumber daya yang mampu mengombinasikan antara sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Orang yang memiliki jiwa kewirausahaan masih sedikit jumlahnya. Oleh karena itu sedikitnya orang yang mampu menyatukan sumber daya yang ada dapat memengaruhi jumlah hasil produksi. Sehingga hal tersebut dapat memengaruhi keberadaan alat pemuas kebutuhan di masyarakat. Keterbatasan-keterbatasan sumber daya di atas jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dapat menyebabkan kelangkaan alat pemuas kebutuhan. Terjadinya kelangkaan dapat disebabkan karena faktor-faktor berikut ini.

  • Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi.
  • Ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.
  • Terbatasnya kemampuan manusia.
  • Sifat serakah manusia.
  • Kurangnya tenaga-tenaga ahli.

C.  PILIHAN DAN SKALA PRIORITAS

    Timbulnya kelangkaan membuat individu, perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhan tidak bisa mendapat semua yang mereka butuhkan sehingga mereka harus membuat pilihan. Pada setiap kegiatannya, mereka harus menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif pilihan yang telah dibuat.

    Pilihan-pilihan tersebut meliputi pilihan dalam mengonsumsi dan pilihan dalam  memproduksi. Tujuannya adalah agar sumber-sumber daya ekonomi yang tersedia digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kepuasan yang paling maksimal pada individu dan masyarakat.

1. Pilihan dalam Mengonsumsi

     Pada hakikatnya kegiatan untuk membuat pilihan dapat dilihat dari dua segi. Pertama, dari segi penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki. Kedua, dari segi mengonsumsi barang-barang yang dihasilkan. Setiap individu harus memikirkan cara terbaik dalam menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya. Usaha ini bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya tersebut. Dengan demikian, pendapatan yang diterima dari penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki setiap individu dapat menentukan jenis-jenis dan jumlah barang yang akan dibeli.

2. Pilihan dalam Memproduksi

    Pilihan dalam memproduksi biasanya dilakukan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan individu, perusahaan lain, dan pemerintah. Pemilik-pemilik perusahaan menjalankan kegiatannya untuk mencari keuntungan, dan keuntungan maksimal hanya akan didapat apabila pemilik-pemilik (pemimpin) perusahaan membuat pilihan yang teliti atas jenis barang dan jasa yang akan dijualnya, dan jenis-jenis serta jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakannya.

    Dalam penjualan barang, para pengusaha dapat menentukan tingkat produksi yang memberi keuntungan paling banyak. Adapun dalam penggunaan sumber-sumber daya ekonomi, yang perlu dipikirkan adalah menentukan kombinasi sumber-sumber daya ekonomi yang dapat meminimalkan biaya produksi.

    Sumber daya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya terbatas, sehingga terkadang uang yang digunakan untuk memenuhi satu kebutuhan tidak dapat sekaligus digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Uang yang sudah digunakan untuk membeli bakso tidak sekaligus bisa digunakan untuk membeli mie ayam karena jumlahnya terbatas. Apabila kalian menjatuhkan pilihan pada salah satu, maka otomatis kalian harus melepaskan kemungkinan yang lain. Di sinilah ilmu ekonomi memegang perananannya, yaitu membantu kita melakukan pilihan terbaik. Dalam menentukan pilihan, kebutuhan mana yang akan dipenuhi, kita harus membuat skala prioritas untuk mengurutkan kebutuhan dari yang terpenting sampai kurang penting. Kebutuhan yang bagi kita paling penting harus dipenuhi terlebih dahulu.

    Dalam menentukan pilihan, sikap rasional perlu dilakukan. Artinya, kalian harus selalu menggunakan akal sehat. Pertimbangkan sebaik-baiknya antara pengorbanan yang diberikan dengan manfaat yang diperoleh. Kebalikan dari sikap rasional adalah irasional atau tidak rasional. Contoh sikap tidak rasional dalam memilih adalah seorang konsumen yang berpenghasilan terbatas, namun selalu membeli barang-barang bermerek hanya untuk mengikuti mode.

    Rasional atau tidaknya suatu pilihan tergantung pada alasan atau motif dalam melakukan pilihan dan apakah tindakannya selaras dengan prinsip ekonomi. Bagaimanakah tindakan yang sesuai prinsip ekonomi tersebut? Prinsip ekonomi merupakan pedoman agar pelaku ekonomi berusaha dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil maksimal atau dengan pengorbanan tertentu diusahakan kerugian minimal.

    Dalam kegiatan konsumsi, konsumen kadang dihadapkan pada beberapa pilihan kombinasi barang yang akan dikonsumsinya. Misalnya, Farhan dihadapkan pada membeli baju dan celana. Uang yang akan dibelanjakan Farhan sejumlah  Rp100.000,00. Bila harga baju @Rp Rp25.000,00 dan harga celana @Rp50.000,00, maka pilihan kombinasi yang akan dikonsumsi Farhan adalah:

Pilihan Konsumsi
Baju
Celana
A
4
2
B
3
1
C
2
0
D
1
0

Menentukan pilihan secara rasional tidak hanya berlaku pada kegiatan konsumsi. Dalam kegiatan produksi, seorang produsen dituntut untuk menentukan pilihan terbaik dari alokasi sumber daya produksi seperti telah kalian pelajari pada kurve kemungkinan produksi. Misalnya, pembuat nasi goreng harus memutuskan apakah ia akan membuat nasi goreng berharga murah namun dengan rasa dan bahan yang biasa-biasa saja atau ia membuat nasi goreng dengan harga mahal namun dengan rasa dan bahan-bahan berkualitas. Dalam hal ini, pedagang tersebut harus memerhatikan banyak faktor seperti modal yang ia miliki dan calon konsumen. Namun pada prinsipnya, output dari proses produksi haruslah menguntungkan.




 🙏Thank you For Reading
🌺Hopefully Useful


Post Top Ad